Tips Mengambil Gambar Video Yang Benar

Komposisi Dasar & Sudut Pengambilan Foto

WASPADA JACKET SYNDROME

Tuesday, August 18, 2015

Kawasan Dilarang Salah Jurusan ! 

Yuuuhuu....Selamat datang di halaman baru majalah An-Natiq .Dalam edisi kali ini An-Natiq menyuguhkan sebuah halaman ”Bedah Buku” ,begitulah sebutan untuk halaman baru kami yang akan membahas tentang buku-buku yang menarik untuk dibaca oleh pembaca majalah An-Natiq. Oke,kali ini saya akan membahas tentang sebuah buku karya penulis bernama Robbani Alfan yang berjudul “Waspada Jacket Syndrome”.Buku Jacket Syndrome ini lahir dari kegelisahan pribadi sang penulis.Denger-denger, buku ini merupakan buku pertama yang membahas secara blak-blakan tentang salah memilih jurusan di perguruan tinggi.Dan hal yang menyebabkan mereka salah memilih jurusan tidak lain adalah si “Jacket Syndrome”. Siswa yang terjangkit Jacket Syndrome lebih berpeluang terjangkit virus salah jurusan. Syndrome ini pun memiliki beragam warna, mulai dari kuning, hijau tosca, krem karung goni, sampai biru dongker atau biru laut.By The Way,memangnya Jacket Syndrome itu apa sih? Menurut sang penulis, Jacket Syndrome ini merupakan sejenis virus ganas yang membius remaja SMA dengan gemerlap warna jaket dan nama besar kampus sehinggsa kecenderungan remaja SMA memilih universitas dahulu,dan jurusan yang didapat tidak menjadi penting. Padahal kalau difikir dengan logika,masuk jurusan yang bukan pilihan kita itu ibarat pakai baju daster,padahal kita cowok.Dan lebih “ngenes-nya” lagi, kalo ada remaja SMA yang sudah menjadi mahasiswa, terus mereka ditanya “Kenapa ambil jurusan ini? Padahal kan passion kamu di jurusan itu?” Mereka justru dengan bangganya menjawab, “Ya gapapa dong,yang penting kan gue dapet universitas terkenal”. Iya, bangganya sebulan.Menderitanya 47 bulan.Kan parah tuhh..!! Mereka rela mengorbankan skill dan minat mereka dengan harga sebuah “gengsi”.Gengsi yang berlebihan telah menutup potensi diri yang lebih esensial.Cita-cita terpendam demi warna jaket sesaat. Sadis,bukan? Pembahasan di artikel ini lebih kepada problematika dari fenomena salah jurusan dan solusi untuk mencegahnya (preventif).Walau begitu, ada juga tips buat mahasiswa yang sudah terlanjur kejeblos dan "salah kamar".Jadi,untuk sobat An-Natiq sangat dianjurkan untuk membaca buku ini.Bukan hanya bagi kakak kakak yang udah kelas XII aja,tapi buat sobat-sobat yang masih kelas X dan kelas XI juga wajib baca buku ini.Biar nanti ke depannya sobat pada enggak salah milih jurusan waktu kuliah.

Lomba Foto Kota Pusaka Atau “Heritage Cities of Indonesia”

Friday, March 6, 2015

 (Deadline: 1 Mei 2015)

 LOMBA FOTO KOTA PUSAKA
Tema “Kota Pusaka” atau “Heritage Cities of Indonesia”
 
PESERTA
Peserta adalah Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia dengan usia minimal 15 tahun.
 
HADIAH
  •     Juara I Rp 15.000.000,-
  •     Juara II Rp 10.000.000,-
  •     Juara III Rp 7.500.000,-
  •     Harapan I Rp 5.000.000,-
  •     Harapan II Rp 4.000.000,-
  •     Harapan III Rp 3.000.000,-

KETENTUAN UMUM
  • Pendaftaran lomba adalah Gratis
  • Karya foto yang dikirim sesuai tema “Kota Pusaka” atau “Heritage Cities of Indonesia”.
  • Rekomendasi Kota dan Kabupaten di Indonesia anggota JKPI (Jaringan Kota Pusaka Indonesia):
  1.     Kota Ambon Kota Banda Aceh Kota Banjarmasin
  2.     Kota Bau-Bau Kota Bengkulu Kota Blitar
  3.     Kota Bogor Kota Bontang Kota Bukittinggi
  4.     Kota Cirebon Kota Denpasar Kodya Jakarta Barat
  5.     Kodya Jakarta Pusat Kodya Jakarta Utara Kota Langsa
  6.     Kota Lubuk Linggau Kota Madiun Kota Malang
  7.     Kota Medan Kota Padang Kota Palembang
  8.     Kota Palopo Kota Pangkal Pinang Kota Pekalongan
  9.     Kota Pontianak Kota Salatiga Kota Sawahlunto
  10.     Kota Semarang Kota Sibolga Kota Singkawang
  11.     Kota SungaiPenuh Kota Surabaya Kota Surakarta
  12.     Kota Tegal Kota Ternate Kota Tidore
  13.     Kota Yogyakarta Kab. Bangka Barat Kab. Bangli
  14.     Kab. Banjarnegara Kab. Banyumas Kab. Batang
  15.     Kab. Brebes Kab. Buleleng Kab. Cilacap
  16.     Kab. Gianyar Kab. Karangasem Kab. Kepulauan Seribu
  17.     Kab. Ngawi Kab. Purbalingga Kab. Tegal
  • Lokasi pemotretan harus memasukkan unsur kota pusaka dan atau bangunan cagar budaya di Indonesia.
  • Karya yang dilombakan berbentuk foto tunggal ukuran sisi terpanjang 3000 pixel dan resolusi 300 dpi dengan format JPEG.
  • Setiap peserta dapat mengajukan maksimal 5 (lima) karya foto.
  • Setiap peserta mencantumkan judul dan lokasi pengambilan foto. 9. Karya foto yang disertakan dalam lomba ini diambil pada periode 6 (enam) bulan terakhir (November 2014 s/d April 2015).
  • Karya foto yang diikutsertakan untuk lomba merupakan karya asli, tidak direkayasa dan belum pernah meraih penghargaan apapun.
  • Karya foto bukan merupakan hasil manipulasi digital, penyuntingan minor diperbolehkan sebatas cropping dan penyesuaian pencahayaan brightness/contrast/level/curve untuk gelap/ terang.
  • Karya foto yang sudah dikirimkan menjadi hak milik panitia dan tidak akan dikembalikan. Ditjen Cipta Karya Kementerian PU-PERA RI berhak menggunakan foto-foto peserta sebagai bagian dari publikasi non komersilnya. Ketentuan penggunaan foto akan diatur kemudian
  • Dengan tetap mencantumkan nama pemenang/ fotografer.
  • Segala bentuk klaim kepemilikan dari pihak lain atas suatu karya peserta sepenuhnya merupakan tanggung jawab peserta (hal ini terkait dengan model atau property release, apabila dalam karya foto peserta terdapat subjek manusia atau properti milik pihak lain).
  • Keputusan dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat dan tidak melayani korespondensi atau surat menyurat. Penjurian akan dilaksanakan pada 6 Mei 2015.
  • Dengan mengirimkan karya foto untuk mengikuti lomba ini, berarti peserta dianggap
  • Memahami dan mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang dibuat oleh panitia.
  • Pengumuman pemenang dan teknis penyerahan hadiah dapat dilihat di www.antarafoto.com pada 11 Mei 2015.

PROSEDUR PENGIRIMAN KARYA FOTO
  1. Melampirkan data diri lengkap (nama, alamat dan nomor telefon yang bisa dihubungi) serta foto copy atau scan tanda pengenal yang sah.
  2. Karya foto harus sudah diterima panitia paling lambat 1 Mei 2015 di alamat sekretariat lomba atau via email: lombafoto.ciptakarya@gmail.com
DEWAN JURI
  • Yori Antar (Arsitek dan Pegiat Fotografi)
  • Hermanus Prihatna (Kepala Divisi Pemberitaan Foto Antara)
  • Sentot Harsono (Kementerian PU-PERA)
ALAMAT SEKRETARIAT
 
Panitia Lomba Foto KOTA PUSAKA
Gedung Graha Bhakti Antara Lt.2 (Biro Foto)
Jl. Antara No.59 Pasarbaru
Jakarta 10710
 
CONTACT PERSON
 
Lavanda Wirianata (0856-2415-9150)
LOMBA FOTO KOTA PUSAKA
Tema “Kota Pusaka” atau “Heritage Cities of Indonesia”
PESERTA
Peserta adalah Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia dengan usia minimal 15 tahun.
HADIAH
  • Juara I Rp 15.000.000,-
  • Juara II Rp 10.000.000,-
  • Juara III Rp 7.500.000,-
  • Harapan I Rp 5.000.000,-
  • Harapan II Rp 4.000.000,-
  • Harapan III Rp 3.000.000,-
KETENTUAN UMUM
  • Pendaftaran lomba adalah Gratis
  • Karya foto yang dikirim sesuai tema “Kota Pusaka” atau “Heritage Cities of Indonesia”.
  • Lokasi pengambilan foto adalah seluruh kota di Indonesia.
  • Rekomendasi Kota dan Kabupaten di Indonesia anggota JKPI (Jaringan Kota Pusaka
    Indonesia):
    Kota Ambon Kota Banda Aceh Kota Banjarmasin
    Kota Bau-Bau Kota Bengkulu Kota Blitar
    Kota Bogor Kota Bontang Kota Bukittinggi
    Kota Cirebon Kota Denpasar Kodya Jakarta Barat
    Kodya Jakarta Pusat Kodya Jakarta Utara Kota Langsa
    Kota Lubuk Linggau Kota Madiun Kota Malang
    Kota Medan Kota Padang Kota Palembang
    Kota Palopo Kota Pangkal Pinang Kota Pekalongan
    Kota Pontianak Kota Salatiga Kota Sawahlunto
    Kota Semarang Kota Sibolga Kota Singkawang
    Kota SungaiPenuh Kota Surabaya Kota Surakarta
    Kota Tegal Kota Ternate Kota Tidore
    Kota Yogyakarta Kab. Bangka Barat Kab. Bangli
    Kab. Banjarnegara Kab. Banyumas Kab. Batang
    Kab. Brebes Kab. Buleleng Kab. Cilacap
    Kab. Gianyar Kab. Karangasem Kab. Kepulauan Seribu
    Kab. Ngawi Kab. Purbalingga Kab. Tegal
  • Lokasi pemotretan harus memasukkan unsur kota pusaka dan atau bangunan cagar budaya di Indonesia.
  • Karya yang dilombakan berbentuk foto tunggal ukuran sisi terpanjang 3000 pixel dan resolusi 300 dpi dengan format JPEG.
  • Setiap peserta dapat mengajukan maksimal 5 (lima) karya foto.
  • Setiap peserta mencantumkan judul dan lokasi pengambilan foto. 9. Karya foto yang disertakan dalam lomba ini diambil pada periode 6 (enam) bulan terakhir (November 2014 s/d April 2015).
  • Karya foto yang diikutsertakan untuk lomba merupakan karya asli, tidak direkayasa dan belum pernah meraih penghargaan apapun.
  • Karya foto bukan merupakan hasil manipulasi digital, penyuntingan minor diperbolehkan sebatas cropping dan penyesuaian pencahayaan brightness/contrast/level/curve untuk gelap/ terang.
  • Karya foto yang sudah dikirimkan menjadi hak milik panitia dan tidak akan dikembalikan. Ditjen Cipta Karya Kementerian PU-PERA RI berhak menggunakan foto-foto peserta sebagai bagian dari publikasi non komersilnya. Ketentuan penggunaan foto akan diatur kemudian
    dengan tetap mencantumkan nama pemenang/ fotografer.
  • Segala bentuk klaim kepemilikan dari pihak lain atas suatu karya peserta sepenuhnya merupakan tanggung jawab peserta (hal ini terkait dengan model atau property release, apabila dalam karya foto peserta terdapat subjek manusia atau properti milik pihak lain).
  • Keputusan dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat dan tidak melayani korespondensi atau surat menyurat. Penjurian akan dilaksanakan pada 6 Mei 2015.
  • Dengan mengirimkan karya foto untuk mengikuti lomba ini, berarti peserta dianggap
    memahami dan mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang dibuat oleh panitia.
  • Pengumuman pemenang dan teknis penyerahan hadiah dapat dilihat di www.antarafoto.com pada 11 Mei 2015.
PROSEDUR PENGIRIMAN KARYA FOTO
1. Melampirkan data diri lengkap (nama, alamat dan nomor telefon yang bisa dihubungi) serta
foto copy atau scan tanda pengenal yang sah.
2. Karya foto harus sudah diterima panitia paling lambat 1 Mei 2015 di alamat sekretariat
lomba atau via email: lombafoto.ciptakarya@gmail.com
DEWAN JURI
 Yori Antar (Arsitek dan Pegiat Fotografi)
 Hermanus Prihatna (Kepala Divisi Pemberitaan Foto Antara)
 Sentot Harsono (Kementerian PU-PERA)
ALAMAT SEKRETARIAT
Panitia Lomba Foto KOTA PUSAKA
Gedung Graha Bhakti Antara Lt.2 (Biro Foto)
Jl. Antara No.59 Pasarbaru
Jakarta 10710
CONTACT PERSON
Lavanda Wirianata (0856-2415-9150)
- See more at: http://lfupdate.com/2015/02/14/lomba-foto-kota-pusaka-deadline-1-mei-2015/#sthash.ROBni9J4.dpuf
LOMBA FOTO KOTA PUSAKA
Tema “Kota Pusaka” atau “Heritage Cities of Indonesia”
PESERTA
Peserta adalah Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia dengan usia minimal 15 tahun.
HADIAH
  • Juara I Rp 15.000.000,-
  • Juara II Rp 10.000.000,-
  • Juara III Rp 7.500.000,-
  • Harapan I Rp 5.000.000,-
  • Harapan II Rp 4.000.000,-
  • Harapan III Rp 3.000.000,-
KETENTUAN UMUM
  • Pendaftaran lomba adalah Gratis
  • Karya foto yang dikirim sesuai tema “Kota Pusaka” atau “Heritage Cities of Indonesia”.
  • Lokasi pengambilan foto adalah seluruh kota di Indonesia.
  • Rekomendasi Kota dan Kabupaten di Indonesia anggota JKPI (Jaringan Kota Pusaka
    Indonesia):
    Kota Ambon Kota Banda Aceh Kota Banjarmasin
    Kota Bau-Bau Kota Bengkulu Kota Blitar
    Kota Bogor Kota Bontang Kota Bukittinggi
    Kota Cirebon Kota Denpasar Kodya Jakarta Barat
    Kodya Jakarta Pusat Kodya Jakarta Utara Kota Langsa
    Kota Lubuk Linggau Kota Madiun Kota Malang
    Kota Medan Kota Padang Kota Palembang
    Kota Palopo Kota Pangkal Pinang Kota Pekalongan
    Kota Pontianak Kota Salatiga Kota Sawahlunto
    Kota Semarang Kota Sibolga Kota Singkawang
    Kota SungaiPenuh Kota Surabaya Kota Surakarta
    Kota Tegal Kota Ternate Kota Tidore
    Kota Yogyakarta Kab. Bangka Barat Kab. Bangli
    Kab. Banjarnegara Kab. Banyumas Kab. Batang
    Kab. Brebes Kab. Buleleng Kab. Cilacap
    Kab. Gianyar Kab. Karangasem Kab. Kepulauan Seribu
    Kab. Ngawi Kab. Purbalingga Kab. Tegal
  • Lokasi pemotretan harus memasukkan unsur kota pusaka dan atau bangunan cagar budaya di Indonesia.
  • Karya yang dilombakan berbentuk foto tunggal ukuran sisi terpanjang 3000 pixel dan resolusi 300 dpi dengan format JPEG.
  • Setiap peserta dapat mengajukan maksimal 5 (lima) karya foto.
  • Setiap peserta mencantumkan judul dan lokasi pengambilan foto. 9. Karya foto yang disertakan dalam lomba ini diambil pada periode 6 (enam) bulan terakhir (November 2014 s/d April 2015).
  • Karya foto yang diikutsertakan untuk lomba merupakan karya asli, tidak direkayasa dan belum pernah meraih penghargaan apapun.
  • Karya foto bukan merupakan hasil manipulasi digital, penyuntingan minor diperbolehkan sebatas cropping dan penyesuaian pencahayaan brightness/contrast/level/curve untuk gelap/ terang.
  • Karya foto yang sudah dikirimkan menjadi hak milik panitia dan tidak akan dikembalikan. Ditjen Cipta Karya Kementerian PU-PERA RI berhak menggunakan foto-foto peserta sebagai bagian dari publikasi non komersilnya. Ketentuan penggunaan foto akan diatur kemudian
    dengan tetap mencantumkan nama pemenang/ fotografer.
  • Segala bentuk klaim kepemilikan dari pihak lain atas suatu karya peserta sepenuhnya merupakan tanggung jawab peserta (hal ini terkait dengan model atau property release, apabila dalam karya foto peserta terdapat subjek manusia atau properti milik pihak lain).
  • Keputusan dewan juri mutlak tidak dapat diganggu gugat dan tidak melayani korespondensi atau surat menyurat. Penjurian akan dilaksanakan pada 6 Mei 2015.
  • Dengan mengirimkan karya foto untuk mengikuti lomba ini, berarti peserta dianggap
    memahami dan mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang dibuat oleh panitia.
  • Pengumuman pemenang dan teknis penyerahan hadiah dapat dilihat di www.antarafoto.com pada 11 Mei 2015.
PROSEDUR PENGIRIMAN KARYA FOTO
1. Melampirkan data diri lengkap (nama, alamat dan nomor telefon yang bisa dihubungi) serta
foto copy atau scan tanda pengenal yang sah.
2. Karya foto harus sudah diterima panitia paling lambat 1 Mei 2015 di alamat sekretariat
lomba atau via email: lombafoto.ciptakarya@gmail.com
DEWAN JURI
 Yori Antar (Arsitek dan Pegiat Fotografi)
 Hermanus Prihatna (Kepala Divisi Pemberitaan Foto Antara)
 Sentot Harsono (Kementerian PU-PERA)
ALAMAT SEKRETARIAT
Panitia Lomba Foto KOTA PUSAKA
Gedung Graha Bhakti Antara Lt.2 (Biro Foto)
Jl. Antara No.59 Pasarbaru
Jakarta 10710
CONTACT PERSON
Lavanda Wirianata (0856-2415-9150)
- See more at: http://lfupdate.com/2015/02/14/lomba-foto-kota-pusaka-deadline-1-mei-2015/#sthash.ROBni9J4.dpuf

Komposisi Dasar Dan Sudut Pandang Pengambilan Foto



Dalam dunia fotografi tidak sedikit fotografer apalagi yang masih pemula, seolah terlena pada hal-hal yang bersifat teknis saja, seperti mengatur bukaan diafragma, pengaturan kecepatan, dan pengaturan jarak. Mungkin juga, selama ini tidak terpikirkan bahwa di dalam foto itu terkandung nilai-nilai tertentu yang dapat membuat foto itu bagus atau sebaliknya menjadi berantakan.
  
Definisi Komposisi

 Komposisi secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, bentuk, warna, terang dan gelap. Yang paling utama dari aspek komposisi adalah menghasilkan visual impact (sebuah kemampuan untuk menyampaikan perasaan yang anda inginkan untuk berekspresi dalam foto). Dengan komposisi, foto akan tampak lebih menarik dan enak dipandang  dengan pengaturan letak dan perbandaingan objek-objek yang mendukung dalam suatu foto.

Tujuan Mengatur Komposisi Dalam Fotografi
  1. Dengan mengatur komposisi foto, kita juga dapat membangun “mood” suatu foto dan keseimbangan keseluruhan objek foto.
  2. Menyusun perwujudan ide menjadi sebuah penyusunan gambar yang baik sehingga terwujud sebuah kesatuan (unity) dalam karya.
  3. Melatih kepekaan mata untuk menangkap berbagai unsur dan mengasah rasa estetik dalam pribadi pemotret.
 Jenis-Jenis Komposisi : 

Garis 

Komposisi ini terbentuk dari pengemasan garis secara dinamis baik garis lurus, melingkar / melengkung. Biasanya komposisi ini bisa menimbulkan kesan kedalaman dan kesan gerak pada sebuah objek foto. Ketika garis-garis itu digunakan sebagai subjek, yang terjadi adalah foto menjadi menarik perhatian. Tidak penting apakah garis itu lurus, melingkar atau melengkung, membawa mata keluar dari gambar. Yang penting garis-garis itu menjadi dinamis.

Bentuk

 Komposisi ini biasanya dipakai fotografer untuk memberikan penekanan secara visual kualitas abstrak terhadap sebuah objek foto. Biasanya bentuk yang paling sering dijadikan sebagai komposisi adalah kotak dan lingkaran.

Warna 

Warna memberikan sebuah kesan yang elegan dan dinamis pada sebuah foto apabila dikomposisikan dengan baik. Kadang kala komposisi warna dapat pula memberikan kesan anggun serta mampu dengan sempurna memunculkan “mood color” (keserasian warna) sebuah foto terutama pada foto – foto “pictorial” (Foto yang menonjolkan unsur keindahan)

Gelap dan Terang 

Komposisi ini sebenarnya dipakai oleh fotografer pada era fotografi analog masih berkembang pesat terutama pada pemotretan hitam putih. Namun, sekarang ini, ditengah – tengah era digital komposisi ini mulai diterapkan kembali. Kini pengkomposisian gelap dan terang digunakan sebagai penekanan visualitas sebuah objek. Kita dapat menggunakan komposisi ini dengan baik apabila kita mampu memperhatikan kontras sebuah objek dan harus memperhatikan lingkungan sekitar objek yang dirasa mengganggu yang sekiranya menjadikan permainan gelap terang sebuah foto akan hilang.

Tekstur

 Yaitu tatanan yang memberikan ksan tentang keadaan prmukaan suatu benda (halus, kasar, beraturan, tidak beraturan, tajam, lembut,dsb). Tekstur akan tampak dari gelap terang atau bayangan dan kontras yang timbul dari pencahayaan pada saat pemotretan.

 Penerapan Komposisi Dalam Pemotretan

 Dalam pengemasan sebuah foto agar terkesan dinamis dan menimbulkan keserasian perlu sebuah pemahaman tentang kaidah – kaidah tentang komposisi. Yang antara lain:

 Ø   Rule of Thirds  (Sepertiga Bagian / Rumus Pertigaan)

 Pada aturan umum fotografi, bidang foto sebenarnya dibagi menjadi 9 bagian yang sama. Sepertiga bagian adalah teknik dimana kita menempatkan objek pada sepertiga bagian bidang foto. Hal ini sangat berbeda dengan yang umum dilakukan dimana kita selalu menempatkan objek di tengah-tengah bidang foto

 Ø   Sudut Pemotretan (Angle of View) 

Salah satu unsur yang membangun sebuah komposisi foto adalah sudut pengambilan objek. Sudut pengambilan objek ini sangat ditentukan oleh tujuan pemotretan. Maka dari itu jika kita mendapatkan satu moment dan ingin mendapatkan hasil yang terbaik,
jangan pernah takut untuk memotret dari berbagai sudut pandang. Mulailah dari yang standar (sejajar dengan objek), kemudian cobalah dengan berbagai sudut pandang dari atas, bawah, samping sampai kepada sudut yang ekstrim.

 Ø   Format : Horizontal dan vertikal

 Proposi pesrsegi panjang pada view vender pada kamera memungkinkan kita untuk memotret dengan menggunakan format landscape(horisontal) maupun portrait (vertikal). Format pengambilan gambar dapat menimbulkan efek berbeda pada komposisi akhir.

 Ø   Dimensi

 Meskipun foto bercerita dua dimensi, yang artinya semua terekam diatas satu bidang. Namun, sebenarnya foto dapat dibuat terkesan memiliki kedalaman, seolah-olah dimensi ketiga. Unsur utama membentuk dimensi adalah jarak, Dimensi dapat terbentuk apabila adanya jarak, jika kita menampilkan suatu obyek dalam suatu dimensi maka akan terbentuk jarak dalam setiap elemennya. Untuk membuat suatu dimensi diperlukan adanya permainan ruang tajam, permainan gelap terang dan garis.

 Sudut Pengambilan Gambar ( Camera Angle )

Dalam fotografi agar foto yang kita hasilkan memiliki nilai dan terkesan indah harus diperhatikan mengenai masalah penggunaan sudut pengambilan gambar yang baik. Dalam fotografi dikenal 3 sudut pengambilan gambar yang mendasar, yaitu:

§   Bird Eye


Sudut pengambilan gambar ini, posisi objek dibawah / lebih rendah dari kita berdiri. Biasanya sudut pengmbilan gambar ini digunakan untuk menunjukkan apa yang sedang dilakukan objek (HI), elemen apa saja yang ada disekitar objek, dan pemberian kesan perbandingan antara overview (keseluruhan) lingkungan dengan POI (Point Of Interest).

 §   High Angle

 Pandangan tinggi. artinya, pemotret berada pada posisi yang lebih tinggi dari objek foto.

 §   Eye Level

 Sudut pengembilan gambar yang dimana objek dan kamera sejajar /  sama seperti mata memandang. Biasanya digunakan untuk menghasilkan kesan menyeluruh dan merata terhadap background sebuah objek, menonjolkan sisi ekspresif dari sebuah objek (HI), dan biasanya sudut pemotretan ini juga dimaksudkan untuk memposisikan kamera sejajar dengan mata objek yang lebih rendah dari pada kita missal, anak – anak.

 §   Low Angle

 Pemotretan dilakukan dari bawah. Sudut pemotretan yang dimana objek lebih tinggi dari posisi kamera. Sudut pengembilan gambar ini digunakan untuk memotret arsitektur sebuah bagunan agar terkesan kokoh, megah dan menjulang. Namu, tidak menutup kemungkinan dapat pula digunakan untuk pemotretan model agar terkesan elegan dan anggun.

 §   Frog Eye

 Sudut penglihatan sebatas mata katak. Pada posisi ini kamera berada di dasar bawah, hampir sejajar dengan tanah dan tidak dihadapkan ke atas. Biasanya memotret seperti ini dilakukan dalam peperangan dan untuk memotret flora dan fauna.

 Field Of View 

Beberapa jenis komposisi yang umum digunakan dari segi ukuran (field of view) yang akan diambil adalah sebagai berikut :

 a. Extreme Close Up

 Pengambilan gambar yang sangat dekat sekali dengan objek, sehingga detil objek seperti pori-pori kulit akan jelas terlihat.

 b. Head Shot

 Pengambilan gambar sebatas kepala hingga dagu.

 c. Close Up

 Pengambilan gambar dari atas kepala hingga bahu.

 d. Medium Close Up

 Pengambilan gambar dari atas kepala hingga dada.

 e. Mid Shot (setengah badan)

 Pengambilan gambar dari atas kepala hingga pinggang.

 f. Medium Shot (Tiga perempat badan)

 Pengambilan gambar dari atas kepala hingga lutut.

 g. Full Shot (Seluruh Badan)

 Pengambilan gambar dari atas kepala hingga kaki.

 h. Long Shot

 Pengambilan gambar dengan memberikan porsi background atau foreground lebih banyak sehinnga objek terlihat kecil atau jauh.

Tips Mengambil Gambar Video Yang Benar

Seperti halnya fotografi, videografi juga membutuhkan sedikit ketrampilan agar menghasilkan gambar yang baik. Jadi shooting dalam videografi tidak sekedar menekan tombol record dan tercipta sebuah video. Untuk menghasilkan video yang baik diperlukan teknik dan trik. Apakah saja itu ? coba kita lihat lebih lanjut.

1. RTFM


Seorang nelayan yang baik mengetahui dengan benar bagaimana cara menggunakan jalanya untuk menangkap ikan, dan seorang kameramen yang baik mengetahui dengan baik kameranya agar bisa menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Maka anda bisa pelajari bagian kecepatan shutter atau shutter speed, kemudian coba untuk mengambil gambar didalam ruangan dan diluar ruangan, coba pelajari menu-menu yang ada dalam kamera anda. Sebagai langkah awal anda bisa membaca buku manualnya sebanyak 2 kali agar anda lebih mudah untuk memahaminya.

2. Persiapan


Ketika suatu saat anda akan bepergian dengan membawa serta kamera video anda, maka yang perlu anda persiapkan adalah sebagai berikut :

  • setidaknya 1 baterai cadangan yang terisi penuh
  • sekurang-kurangnya 2 kaset video untuk merekam
  • pembersih lensa
  • Sebuah tripod, walaupun mungkin nanti anda tidak membutuhkannya
  • charger baterai
  • kabel power
  • Pelindung kabel, bisa lakban atau sejenisnya untuk melindungi kabel anda dari injakan manusia atau barang
  • Lampu oncam, filter lensa, mikrofon, dan asesoris lain yang anda miliki

3. Gunakan Tripod


Pada kebanyakan video buatan sendiri akan terlihat goyang gambarnya, dan itu sangat tidak enak untuk dilihat. Dan untuk mengatasi itu, maka anda membutuhkan sebuah tripod yang akan menyangga kamera anda tetap tidak bergoyang. Dan dengan itu pula anda dapat melakukan panning maupun zoom dengan lebih halus.

Dan jika anda tidak memiliki tripod, maka usahakan agar anda berada pada dinding. Sehingga anda dapat menyandarkan bagian punggung anda pada dinding untuk mengurangi goncangan kamera.

4. Tingkatkan Pencahayaan


Untuk mendapatkan gambar yang baik, seorang kameramen yang baik akan selalu mengutamakan cahaya, cahaya, dan cahaya. Karena kebanyakan kamera video didesain dengan pencahayaan yang masih kurang. Sehingga kita perlu untuk memiliki sistem pencahayaan sendiri untuk membantu kamera yang sudah kita punya. Seperti Oncam dan lainnya. Jika kondisi pencahayaan kurang, hindari penggunaan autofocus. Untuk menghasilkan video yang baik usahakan pengambilan gambar pada pagi hari atau sore hari.

5. Audio yang baik


Kalau pencahayaan adalah unsur terpenting dalam video shooting, maka audio adalah selanjutnya. Dan penting untuk diketahui bahwa suatu hal yang sulit untuk menghasilkan audio yang baik dalam proses shooting video. Mikrofon yang sudah dibandel dengan kamera merupakan mikrofon dengan kualitas paling dasar, sehingga tidak akan dapat menghasilkan kualitas suara yang baik. Sehingga anda mungkin perlu untuk menggunakan perangkat audio tambahan yang lebih baik.

6. Posisikan Pengambilan gambar anda dengan baik


Seorang fotografer yang baik, maka dia akan mengambil gambar dalam beberapa posisi yang berbeda. Demikian pun anda sebagai seorang kameramen juga harus melakukan hal yang sama dengan mengambil gambar dari beberapa sudut yang berbeda untuk menghasilkan gambar yang lebih bervariasi. Dan jangan pernah gunakan efek-efek video yang ada pada kamera anda sewaktu mengambil gambar. Gunakan efek pada saat proses editing video.

7. jangan Pernah Gunakan Digital ZOOM


Sejauh apapun jarak anda dengan obyek yang akan anda ambil gambarnya, jangan pernah untuk menggunakan digital ZOOM. Karena hasilnya pasti video anda akan pecah, bahkan sebelum diedit. Penggunaan digital ZOOM adalah kesalahan yang sangat besar dalam dunia video shooting.

8. B-Roll Shoot


B-Roll shoot adalah anda mengambil gambar seolah-olah anda memiliki pedoman alur seperti dalam story board. Sehingga gambar yang anda hasilkan akan lebih bervariatif dan terstruktur sesuai dengan urutan yang benar. Sehingga hasil mixing akhir dari video anda akan terlihat seperti sebuah cerita, bukan sekedar gambar bergerak saja.